Pages

Wednesday, November 24, 2010

Konspirasi Dibawah Hitungan Detik



Setelah lama tidak login dalam id youtube, ternyata saya menemukan sebuah arsip video lama yang tercecer. Dengan sedikit rasa kurang hormat kepada aktor-aktor intelektual didalamnya (karena saya posting tanpa seizin mereka). Silahkan dinikmati dalam video streaming diatas! Lebih cocok lagi dinikmati dengan segelas baygon yang telah dicampur spiritus dan tiga sendok autan.

Sebuah upload-an video konspirasi fenomenal bercita rasa tinggi dengan total waktu dibawah 30 detik. Lengkap dengan suguhan musik bernada romantis nan apatis, dipadukan dengan tarian eksotis ala dunia digital. Dapat dipastikan sang pelaku diatas berdansa dalam wujud model mesh ber-poligon medium, dibalut dengan tekstur ber-resolusi tinggi, didukung dengan trilinear anisotropic, tetapi tanpa filter antialiasing, dan ditampilkan dengan pergerakan fps diatas rata-rata. Yang serta merta secara keseluruhan di-render dalam engine khas The Sims 3 buatan EA Games.

Title : Gado - Gado Team (The Sims 3 Version) - Brutal Dance
Dancer : Christine Nnm, Robi Bunardi, dan Saya Pribadi
Music : Dying Fetus - Praise The Lord (Opium Of The Masses) dari Album Destroy the Opposition (2000)

Terima kasih sudah menyaksikan video tidak jelas diatas, apalagi dibaca lengkap dengan penjelasannya absurd-nya. Cukup sekian dan terima kasih. Tetap Semangat! \m/

Link terkait : The Sims 3 & Dying Fetus

Monday, November 15, 2010

Duel Para Dewa FPS

Pertarungan dua judul FPS (Front Person Shooter) yang paling menyita perhatian publik dunia gaming. Ialah duel antara Call Of Duty: Black Ops dan Medal Of Honor. Bagaimana tidak terpikirkan sebelumnya, pertarungan dimulai dari beberapa bulan lalu, pada pameran E3 2010, Call of Duty: Black Ops mengeluarkan promo trailernya dengan soundtrack Eminem, begitu juga dengan Call Of Duty, promo trailer diisi oleh Linkin Park. Sungguh cukup membuat masyarakat gaming tergugah, ternyata kedua publisher begitu gencar mempromokan game andalan mereka dengan soundtrack bintang ternama.

Akhirnya saya berkesempatan mencoba dua gim teranyar yang sangat ditunggu ini. Dengan spesifikasi komputer yang sedikit banyak lumayan memadai, mencoba mengadu domba dan menerawang sejauh mana kedua gim ini di sejajarkan. Ada baiknya sebelum menduelkan kedua gim tersebut, marilah kita review sedikit untuk masing-masing judul diatas.


Medal Of Honor
Publisher : EA Games
Developer : EALA, Danger Close, DICE

Hadir dengan cerita baru, sang developer ternyata sangat update dengan perkembangan iklim perpolitikan diluar sana. Dengan cerita pembuka suasana Timur Tengah, seperti masuk ke desa Taliban, banyak bumbu penuh kejutan penuh ketegangan pada cerita lainnya.

Engine yang dapat dipakai cukup berjalan cukup mulus, gambar yang indah, walaupun tekstur tidak sedetail lawan duelnya (Call Of Duty). Terlihat sekali mengandalkan teknologi post effect-nya, seperti bloom, glow, dan blur yang sangat keren. Dihiasi dengan berbagai cut scene yang memukau sebagai pelengkap cerita. Tetapi kualitas grafis yang menawan tidak dibarengi oleh sound yang memuaskan, malah cenderung flat. Seperti suara senjata, dubbing karakter, dan environtment yang sangat monoton. AI sedikit pun agak meragukan, dapat dibilang sedikit bodoh, untuk ukuran level 'hard' yang saya coba.

Dengan 'desain level' bagus, perjalanan cukup progres, dan yang pastinya membuat penasaran mengikuti cerita selanjutnya. Sejauh memainkan gim ini, belum ada permasalahan yang berarti. Cukup stabil, sangat enjoy menikmati berbagai petualangan yang disuguhkan.



Call Of Duty: Black Ops
Publisher : Activision
Developer : Treyarch

Masih kelanjutan dari seri sebelumnya, Modern Warfare & Modern Warfare 2. Namun kali ini dengan cerita yang sangat 'twist' sekali. Jangan kaget bila di dalam misi, banyak cerita yang dibuat gantung, alur loncat tiba-tiba, butuh konsentrasi penuh mengikuti jalan ceritanya. Dengan tematik fiksi yang cukup kontroversial, seperti memburu keluarga Fidel Castro dan lainnya, menjadikannya sangat seru untuk diikuti.

Sepertinya masih memakai engine yang sama seperti sebelumnya, tetapi dengan banyak penambahan detail yang sangat memanjakan mata. Terlihat dari efek debu, reruntuhan kayu, api yang membakar dinding, sangat terlihat realistis dan nyata. Sound effect pun sangat maksimal, terasa menggelegar dan membahana. AI yang cukup cerdik dan lumayan susah dimainkan di tingkat 'hard', tidak seperti seri sebelumnya. Apalagi dengan bonus game Zombie-nya, yang sangat fenomenal. Membuat gim ini masih sering dimainkan walaupun sudah menamatkan cerita utamanya.

Yang cukup disayangkan, keluaran pertamanya sangat didominasi bug, lag, dan memory leak yang sangat mengganggu permainan. Bila ingin nyaman memainkannya, mungkin harus menunggu patch terbarunya dulu, kecuali mengerti dalam edit tweak dan cfg. Dan juga saya rasa 'design level' yang agak standard, cenderung flat, tidak seperti dua seri sebelumnya.

Prediksi Akhir MOH vs COD
Gameplay: 9 vs 9
Graphic: 8 vs 8
Stability: 7 vs 5,5
Replay: 6 vs 8
Total Skor 7,5 vs 7,6

Dengan berat hati dan pertimbangan yang sulit, saya lebih memilih Call Of Duty: Black Ops sebagai pemenangnya. Menimbang setelah keluarnya patch terbaru yang lebih stabil nantinya, akan lebih mudah menggeser kekuatan Medal Of Honor yang unggul sebelumnya.

Link Terkait :
www.medalofhonor.com
www.callofduty.com

Tuesday, November 9, 2010

Badges Foursquare Rasa Nasionalisme



Berhubung akan memasuki Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2010 besok, saya mencoba membangkitkan nasionalisme dalam badges foursquare. Saya persembahkan desain badges khusus untuk para pemain foursquare dan maniak foursquare di seluruh Indonesia. Dengan ini badges ini, mungkin dapat mengembalikan rasa kebangsaan kita yang mulai hilang karena terlalu sering check-in di luar negri. LOL

Untuk para pemain foursquare di Indonesia, jangan lupa mempersiapkan diri untuk bersama-sama memperingati Hari Pahlawan di dalam foursquare yang kedua kalinya. Dan kemungkinan besar berkesempatan mendapatkan badges yang sulit seperti : Swarm, Super Swarm, Super Duper Swarm, hingga Epic Swarm.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan pantau di dalam Twitter.
Follow : @ESharipahlawan & @untuksquare
Ikuti hashtag berikut : #ESharipahlawan, #SSmerahputih, #IJU, & #4sq

Pakailah badges ini sebagai avatar pada tanggal 10 November besok hari. Bangkitkan Rasa Nasionalisme Kalian !!!

Tuesday, October 5, 2010

Game Strategi Masa Depan



Saya cukup takjub ketika menyaksikan pertama kali iklan komersial diatas. Bagaimana tidak seorang bermain strategi hanya dengan menyentuh layar? Sebuah terobosan yang membuat banyak orang terperangah, ialah R.U.S.E.! Proyek ini salah satu proyek yang sangat ambisius, yang didanai oleh Ubisoft sebagai Publisher-nya. Berikut dibawah ini sedikit bahasan dan liputan, yang sedikit banyak dapat memperluas pandangan terhadap teknologi masa depan yang sudah diterapkan pada sebuah game.

Sebagai developer, Eugen System merupakan nama yang sangat asing, tidak terdengar sebelumnya di belantika dunia gaming. Mereka dapat diacungi jempol, telah memberikan revolusi di dunia game, khususnya untuk game R.U.S.E. ini. Fitur baru telah dimasukan ke dalam game ini, IRISZOOM engine. Dimana di dalam map besar permainan, pemain dapat meng-zoom in dan zoom out secara bersamaan, untuk mengatur strategi, memerintah pasukan, membantai musuh, tanpa perlu mengakses menu lainnya.

Game R.U.S.E. mengambil tematik Perang Dunia II, sangat diwajibkan untuk hardcore gaming penggemar seri-seri game RTS seperti Company Of Heroes, maupun penggemar film Saving Private Ryan, Band Of Brother, The Pacific dan film perang lainnya. Sebagai informasi, untuk pemain yang ingin mendapatkan meja layar sentuh seperti di iklan diatas, dapat membelinya seharga $10.000 - $15.000 atau setara dengan Rp 90.000.000 - Rp 135.000.000, dan sudah termasuk game R.U.S.E. apakah anda berminat?

Link terkait : www.rusegame.com

Thursday, September 30, 2010

Injeksi Memori Palu & Arit

Ketika neutron otak saling bertubrukan mengamati layar kaca, dihiasi adegan bewarna yang masih nampak kasat mata hitam-putihnya. Pikiran pun menerawang, dan adrenaline pun memuncak ketika adegan penyiksaan di mulai. Hingga kini masih teringat sebuah kalimat yang sangat penting memprovokasi umat manusia di bumi Indonesia, entah siapa yang memulai, kalimat ini terasa sangat simbolis, sadis, dan anarkis, namun tetap manis. "Darah itu merah Jenderal !!!"

Tidak terasa sekarang bertepatan kembali pada tanggal 30 September. Masih ingat kah kita? Sekitar 12 tahun lalu, tepatnya pada masa-masa pemerintahan Presiden Soeharto. Malamnya selalu diputar film G-30S/PKI, mulai jam 9 malam, hingga sekitar jam 2 dini hari, melalui stasiun TV nasional kita, yaitu TVRI.

Namun apakah pada era itu film tersebut dijadikan bahan propaganda, konspirasi, cuci otak para penguasa pada zaman itu? Mungkin sampai saat ini pembenaran pun belum benar-benar teruji. Masih tertutup kabut tebal yang sangat sulit di singkap. Cukup hayati, pahami, dan peringati pada diri sendiri, terekam pada memori, semoga tidak terulang lagi.

Wednesday, September 29, 2010

Bencana Distorsi Dari Dying Fetus






Daripada tidak ada postingan lagi di blog ini. Lebih baik saya membahas konser Dying Fetus Live in Jakarta kemarin tanggal 18 September 2010. Dan sedikit memaksa, agar sedikit memaafkan saya, karena berita yang diturunkan sedikit kadaluarsa, walaupun tidak basi-basi amat. Silahkan menikmati!

Akhirnya setelah penantian panjang, 9 tahun lalu waktu pertama kali sejak mendengar album mereka yang bertajuk 'Destroy The Opposition'. Saya dapat menyaksikan gempuran distorsi berkelas dari salah satu band death metal ternama, yaitu Dying Fetus. Band yang sekarang dimotori trio asal Maryland, United States ini akhirnya menjejakan kaki di Jakarta, setelah sebelumnya hadir di Bali dan Solo.

Event ini di laksanakan di area Bulungan Outdoor, dan gate masuk pun dibuka sejak pukul 3 sore. Setelah sorenya dibuka oleh beberapa penampilan band lokal seperti Revenge, Prosatanica, Noxa, dan DeadSquad. Akhirnya setelah beranjak agak malam, sekitar pukul 7 malam, mereka tampil dengan lagu pembuka berjudul 'Praise the Lord (Opium of the Masses)', langsung disambut massa dengan brutal bak orang kesetanan. Headbang, moshing di arena circle-pit, dan crowd-surf menjadi pemandangan yang sangat sering terlihat. Apalagi massa dari belakang langsung merangsek masuk mendekat ke depan, kerumunan yang saling menghimpit, walaupun sesak dan terlampau padat, massa kebanyakan tetap santai menikmatinya. Dentuman sound ribuan watt yang cukup untuk memekakkan telinga, cukup memberikan sensasi berbahaya diluar nalar, yang tidak langsung menjadi stimulasi tubuh saya untuk ikutan headbang di depan.

Dying Fetus juga banyak memainkan lagu dari album lawas mereka, 'Killing On Adrenaline' (1998) hingga album teranyar mereka 'Descent Into Depravity' (2009). Penampilan yang sangat memukau, intensitas permainan yang rapih, dan juga tata cahaya yang cukup mendukung. Benar-benar show yang sangat brutal dan ambisius.

Terima kasih banyak buat Pentia Quantum, sebagai organizer acara tersebut. Benar-benar suguhan yang berbahaya!

Tuesday, September 28, 2010

Postingan pertama, sepenggal dua penggal kata!

Berhubung saya baru buka blogspot demi mempertahankan eksistensi dunia maya, sebagai mana yang telah dilakukan para sesepuh terdahulu. Mohon maaf bila pada permulaannya hanya jadi ajang 'nyampah' saja. Oleh karena itu, sangat dimohonkan bimbingan, ilmu, dan ajarannya anda sekalian. Sehingga dapat membuka tabir gelap di kemudian hari, mudah-mudahan menjadi blogger handal Indonesia yang senantiasa meng-update informasi berkualitas tinggi sebagaimana layaknya celoteh para penyiar berita di televisi kebanggaan kita sehari-hari, tanpa embel-embel doktrinasi hiburan rendah seperti sinetron dan homogenisasi pembodohan lainnya. Terima kasih!