Pages

Tuesday, July 19, 2011

10.000.000 Member Foursquare

Sebagaimana member aktif foursquare urutan ke #1,818,270 tidak ada salahnya ikut merayakan kemeriahan aplikasi foursquare untuk member ke 10.000.000-nya. Jumlah yang sangat banyak sekali, apalagi pemakai aplikasi ini tersebar di seluruh dunia.

Dibawah ini berikut sedikit banyak informasi statistik yang diambil dengan cara copy-paste dari situsnya. Hanya sekedar berbagi, Oleh karena itu tidak ada salahnya kita pantau bersama-sama.








Link terkait : https://foursquare.com/10million

Monday, July 18, 2011

Burgerkill Menebar Racun di Jakarta


Sial! Lagi-lagi gara-gara masalah kerjaan, saya kembali telat merapat ke venue. Band pembuka tidak satu pun sempat saya saksikan. Soalnya baru merapat sekitar 7 malam, dimana Burgerkill sudah masuk di lagu pertama. Tanpa berlama-lama, langsung saja merapat di bibir panggung untuk merasakan kenikmatan di baptis oleh racun terbarunya! \m/

Disaat gerimis masih menetes, malam kemarin Bulungan Outdoor kembali menjadi saksi penting acara musik besar di Jakarta. Pada hari Sabtu 16 Juli kemarin, Burgerkill mengadakan konser untuk launching album terbarunya, Venomous. Dibuka dengan tiga band pendukung yaitu : Nemesis, Paper Gangster, dan Dead Vertical. Secara sudah mempunyai nama besar, sudah dapat diperkirakan malam itu Bulungan penuh sesak oleh para 'begundal' yang siap disembur racun mematikannya.

Seluruh lagu dari album Venomous dibawakan, tidak terkecuali beberapa lagu dari album sebelumnya 'Beyond Coma And Despair'. Dan juga penampilan dari Arian13 'Seringai' yang tampil membawakan lagu Atur Aku, yang sontak menaikan tensi massa yang berada di moshpit. Dari headbanging, crowd surfing, hingga circle pit pun tercipta. Bulungan benar-benar memanas malam itu. Laporan dari mospit terdepan, sangat brutal dan mencekam!

Pertunjukan yang sangat memukau, sound sangat-sangat megah! Mungkin salah satu sound terbaik yang saya dengar di Bulungan Outdoor. Secara akustik Bulungan Outdoor sangat sulit ditaklukkan, tetapi Burgerkill berhasil menjamu kuping dengan distorsi secara sempurna. Belum lagi set panggung yang megah, tata cahaya panggung yang memanjakan mata. Tapi tidak adanya lampu sorot dari depan langsung, sesekali Burgerkill hanya terlihat siluetnya saja. Hal itu ditutup dengan pertunjukan yang sangat maksimal. Cukup menggila malam itu! Salut buat Burgerkill, album Venomous menjadi bukti masih tertancapnya eksistensi mereka di belantara di dunia musik cadas Indonesia.

Silahkan nikmati kebrutalannya dari foto-foto dibawah ini! \m/















Taqwacore: The Birth of Punk Islam


Directed : Omar Majeed
Produced :  Eye Steel Film, Mila Aung-Thwin, & Daniel Cross

Iseng-iseng bahas film dokumenter lagi. Padahal dah hampir dua bulan yang lalu nonton film ini. Pengen ngebahas plus posting tapi belom sempet-sempet. Baru kali ini nyempetin bahas lagi. Mohon maaf kalo tulisannya rada skip apalagi berantakan. Soalnya sebagian besar tulisan ditulis pukul satu dini hari (semalem berarti ya? Au ah!). Ditemani Late Night Alumni album Empty Street. Galau bener dah! #eaaa

Beberapa bulan lalu, setelah browsing di internet tentang film dokumenter, akhirnya tidak sengaja ketemu Taqwacore: The Birth of Punk Islam. Melihat pertama kali dari resensi filmnya, langsung beranggapan cukup keren. Untuk membunuh rasa penasaran langsung saja unduh filenya, berhubung tidak besar juga. Berikut pembahasannya dibawah, semoga berkenan! :D

Cerita Konsep

Sebuah film yang memperlihatkan perjuangan beberapa band-band komunitas di Amerika yang beraliran Taqwacore. Dari tour mereka hingga perjalanan salah satu band ke Pakistan. Film ini pertama kali launching pada tanggal 19 oktober 2009. Dengan total pembuatan film selama 2 tahun, rentang waktu 2007 - 2009. Banyak wawancara yang memperlihatkan pesan-pesan politik dan pemikiran anti Amerika. Walaupun tidak terlalu provokatif, namun tetap menarik untuk disimak. Seperti gerakan pembebasan, persamaan gender, dan lainnya banyak diungkapkan disini.

Taqwacore

Istilah Taqwacore sendiri pertama kali disebutkan dan dituangkan dalam buku Michael Muhammad Knight. Sekaligus mengangkat genre baru dalam musik, yaitu perpaduan antara sebuah genre musik dengan budaya Islam. Semua genre musik tidak menutup kemungkinan dapat melebur dengan konsep Taqwacore itu sendiri. Dari musik rap, punk, hardcore, heavy metal selama berpadu dengan konsep budaya Islam itu sendiri, itulah Taqwacore. Yang menarik, walaupun sebagian musik berisi tentang pemberontakan-pemberontakan, yang penting tetap ingat Tuhan, beberapa scene di film ini menggambarkan aktifitas shalat berjamaah beberapa personel bandnya.

The Kominas

Dari sekian banyak band yang diliput di dalam dokumenter ini seperti Al-Thawra, Vote Hezbollah, Secret Trial Five, dan lainnya. Yang paling disorot adalah The Kominas. Sebuah band punk rock Amerika asal Boston, beranggotakan tiga personel yang semuanya berketurunan Pakistan. Lirik mereka banyak yang menyindir pemerintahan Amerika itu sendiri. Sebagian besar kegiatannya direkam ke dalam film ini, dari latihan, tour, hingga pada saat pulang ke Pakistan untuk memperdalam musiknya. Cukup menarik.

Akhir kata, Taqwacore: The Birth of Punk Islam adalah film yang dokumenter bagus. Beberapa penghargaan pun dapat diraihnya. Yang penting film ini sedikit banyak dapat membuka pandangan kita terhadap sebuah pergerakan dalam sebuah genre musik yang unik. Dan berbagai pesan perjuangannya dapat dicontoh, diikuti, dan diambil hikmahnya. Sekian. :|

Berikut trailernya. Selamat menikmati! \m/



Link terkait : http://www.taqwacore.com/

Friday, July 15, 2011

Pesta Rilis Rajasinga Wilayah Ibukota Jakarta


Setelah kejar-mengejar dengan deadline kantor, akhirnya bisa merapat di acara ini sekitar pukul 10 malam. Terlalu sangat-sangat terlambat sekali! Mau tidak mau terlewat dua pembukanya yaitu Kelelawar Malam dan Gigantor. Hanya sempat menyaksikan Siksakubur tampil menjamu penonton sebelum pesta sesungguhnya hadir malam itu. Untuk kepentingan ugal-ugalan selanjutnya, silahkan nikmati laporannya dibawah ini. Segan! \m/

Tepat kemarin malam, launching album terbaru Rajasinga, Rajagnaruk. Bertajuk 'Pesta Rilis Wilayah Ibukota Jakarta', yang digelar di Rossi Music Fatmawati. Sebelumnya dibuka oleh Kelelawar Malam, Gigantor, dan Siksakubur, cukup memanaskan para penonton. Dan sekitar pukul 10.30 akhirnya Rajasinga membakar acara. Massa yang memadat pun mulai agresif dan liar di tengah moshpit. Seluruh lagu dari album Rajagnaruk dibawakan. Tidak lupa turut menghadirkan featuring Danu 'Bromocorah' untuk lagu Roda-Roda Gila, serta Japs 'Berangus' untuk lagu N.A.D. Kush.

Benar-benar penampilan yang sangat maksimal, diatas kesederhanaan dan kecilnya venue Rossi Music Fatmawati. Yang menarik dalam pertunjukannya Rajasinga memberikan kejutan seperti pelemparan balon ke arah penonton, penampilan seorang break dancer, dan tiga buah 'lintingan' sangat besar yang benar-benar dibakar. Walaupun properti, tetap saja asapnya memenuhi arena. Kreatif yang menggila!

Sekedar info, Rajasinga adalah sebuah band grindcore asal Bandung. Beberapa kali gonta-ganti personel hingga saat ini dengan formasi trio. Saat ini sudah memuntahkan 3 album, tercatat Pandora (2007), Nevergrind - EP (2009) dan album terbaru mereka adalah Rajagnaruk. Rajagnaruk benar-benar album yang sinting! Dengan musik sangat tegas, agresif, dan sangat powerfull. Juga sound yang sadis, dibalut lirik yang provokatif dan brilian. Benar-benar menghantam telinga dengan keras. Khusus penggemar grindcore ugal-ugalan, wajib punya atau mati!

Berikut beberapa foto bukti kebuasan Rajasinga semalam. UGH!














Link terkait :
http://www.reverbnation.com/rajasinga
http://twitter.com/grindcoresinga

Friday, July 1, 2011

Tremorz Gowes 1000 Fixed Gear


Minggu yang cerah kemarin, tanpa berpikir panjang langsung bergegas gowes ke kawasan Epicentrum Walk di Kuningan seorang diri. Karena sebuah acara bersejarah di dunia persepedaan Indonesia akan kembali diukir. Berikut sedikit liputannya dibawah, salam gowes! :D

Pagi itu sekitar pukul 7, hari Minggu tanggal 26 Juni 2011, sekitar 1400 lebih fixed gear terdata, yang ternyata melebihi target yang diperkirakan. Serta berhasil masuk rekor MURI, bahkan dunia, gelar untuk gowes fixed gear terbanyak. Secara simbolis juga menggerakkan pesan Critical Mass untuk lingkungan, khususnya terhadap ancaman Global Warming. Karena dengan bersepeda membantu mengurangi polusi udara yang mencemarkan lingkungan.






Selain acara gowes bareng, di sekitar venue juga terdapat beberapa acara menarik lainnya, seperti Bike Clinic, Bike Exhibition, dan Bike Market. Untuk Bike Exhibition, para pengunjung boleh masuk ke sebuah ruangan dengan bergantian, dengan jumlah terbatas. Didalamnya pun dipamerkan berbagai sepeda fixed gear dengan spesifikasi cukup 'sadis' hasil karya para sesepuh Tremorz. Acara juga dimeriahkan oleh beberapa komunitas fixed gear Jakarta, diantaranya Cixie, Texie, Gengxie, Kerinci Fixed Gear, dan lainnya.








Badge Spesial Dari Yotomo

Yang menarik untuk para pemain aplikasi Yotomo, pada hari itu Yotomo banjir badge. Secara sekaligus tiga buah badge muncul bersamaan pada hari itu. Yaitu badge Tremorz dan dua badge Buavita 2GOwes. Ketiga badge tersebut hanya bisa di unlock pada saat kita berada di real venue Epicentrum Walk. Dengan cara check in di venue tertentu dengan aplikasi Yotomo, disertai dengan shout tertentu seperti: #TREM1000RZ, #Start2GOwes, dan #Finish2GOwes.


Dan yang serunya bila kita unlock kedua badge Buavita 2GOwes, yaitu badge Start dan Finish, maka dapat menukarkannya sebuah paket hadiah menarik disana dengan menunjukkan badge yang telah didapat kepada panitia. Berikut penampakan paket hadiahnya, seperangkat USB unik, lengkap dengan produk dan mini note Buavita. Foto diambil dari : http://twitpic.com/5h5luw